Ngaji di bulan Ramadhan tentang hadits berpuasa

ngaji di bulan ramadhan

Ngaji di bulan Ramadhan tidak hanya membaca Al Quran / belajar tahsin, namun juga ngaji hadits-hadits yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Tolak ukur umat Rasulullah ialah yang berpegang teguh dengan Al Quran dan Hadits. Meskipun tidak ada kewajiban khusus membaca hadits, alangkah baiknya membaca hadits yang sesuai dengan kaidah tajwid.

Ngaji di bulan ramadhan | tentang hadits-hadits puasa

Ada beberapa hadits yang dijadikan khazanah dakwah dan sebagai rujukan dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya sebagai berikut :

HADITS PERTAMA

\”Puasa itu benteng, maka (orang yang berpuasa) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah “aku sedang berpuasa” (ia mengulang ucapannya dua kali). Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang berpuasa lebih harum di sisi Allah Ta\’ala dari pada harumnya minyak misik, karena dia meninggalkan makanannya, minuman dan nafsu syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan membalasnya dan setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuiluh
kebaikan yang serupa.”[1]

HADITS KE-DUA

\”Allah SWT. berfirman; “Setiap amal anak Adam itu untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala.”Dan puasa itu adalah perisai. Apabila kamu puasa, maka janganlah kamu merusak puasamu dengan rafats, dan jangan pula menghina orang. Apabila kamu dihina orang atau pun diserang, maka katakanlah, “Sesungguhnya saya sedang berpuasa.” Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak daripada wanginya kesturi. Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Rabbnya juga karena puasanya.\”[2]

Baca juga: Ayat-Ayat Tentang Berpuasa

HADITS KE-TIGA

\”Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu jahanam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu\”

HADITS KE-EMPAT

\”Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya\”.

HADITS KE-LIMA

\”Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.

HADITS KE-ENAM

\”Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.\”

HADITS KE-TUJUH

\”Bersahurlah kalian, karena didalam sahur ada keberkahan.\”[7]

HADITS KE-DELAPAN

\”Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan siapa yang menegakkan (shalat pada malam) Lailatul Qadr dengan keimanan dan mengharap (pahala dariAllah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”[8]

Baca juga: keutamaan belajar membaca al quran

HADITS KE-SEMBILAN

\”Nabi Muhammad SAW. adalah manusia paling dermawan, terutama pada bulan Ramadhan, ketika malaikat Jibril mendatanginya, dan Jibril mendatanginya setiap malam bulan Ramadhan dan dia mengajarkan Al Qur an kepada Beliau. Sungguh Rasulullah ketika didatangi Jibril kedermawanannya jauh melebihi daripada angin yang berhembus.[9]

HADITS KE-SEPULUH

\”Jika kamu melihatnya (hilal bulan Ramadhan) maka berpuasalah, dan jika kamu melihatnya lagi maka berbukalah. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan)\”. Dan selain Al Laits berkata bahwa telah menceritakan kepada saya \’Uqail dan Yunus: \”Ini maksudnya untuk hilal bulan Ramadhan.”[10]

HADITS KE-SEBELAS

\”Tiga orang yang do\’anya tidak tertolak, yaitu; Orang yang berpuasa hingga berbuka, seorang imam (penguasa) yang adil dan do\’anya orang yang di dzalimi. Allah akan mengangkat do\’anya ke atas awan, danmembukakan baginya pintu-pintu langit, seraya berfirman: \”Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski beberapa saat lamanya[11]


                [7] HR. Bukhari, No. 1789. Bab “Puasa”, Keberkahan Makan Sahur.

                [8] HR. Muslim, No. 1268. Bab “Shalat Musafir dan Penjelasan Qashar”, Anjuran Shalat Tarawih.

                [9] HR. Muslim, No. 3290. Bab “Perilaku Budi Pekerti yang Terpuji”, Sifat Nabi Muhammad SAW.

                [10] HR. Bukhari, No. 1767. Bab “Puasa”, Ramadhan.

                [11] HR. Tirmidzi, No. 3522. Bab “Do’a”, Kesehatan dan Afiyat.


                [1] HR. Bukhari, No. 1766. Bab “Puasa”, Keutamaan Puasa.

                [2] HR. Bukhari, No. 1770. Bab “Puasa”, Orang yang Tidak Meninggalkan Ucapan Kotor.

                [3] HR. Bukhari, No. 1821. Bab “Puasa”, Menyegerakan Buka Puasa.

                [4] HR. Muslim, No. 1948. Bab “Puasa”, Keutamaan Puasa fisabilillaah.

                [5] HR. Muslim, No. 1944. Bab “Puasa”, Keutamaan Puasa.


                [6] HR. Bukhari, No. 1761 Bab “Puasa”, Keutamaan Puasa.

Bagikan :

Artikel Lain :

Topik Artikel

…
DAFTAR SEKARANG

Belajar Quran Mudah

Mudah daftarnya, mudah belajarnya, mudah atur jadwalnya, mudah atur tempatnya, mudah metodenya, mudah pembelajarannya dan mudah evaluasinya. Quran Edu Center menawarkan kamu kemudahan untuk dekat dengan Quran!